Sudahkah Anda Bershalawat???

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)” HR an-Nasa’i (no. 1297)

Keutamaan Shalawat Kepada Nabi

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)

Ahlul Bait

مَثَلُ أَهْلِ بَيْتِي مَثَلُ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ مَنْ رَكِبَهَا نَجَا وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرِقَ

“Perumpamaan Ahlul baitku seperti kapal nabi Nuh, barangsiapa yang menaikinya maka dia akan selamat dan barangsiapa yang enggan maka dia akan tenggelam (binasa).”

Rabu, 19 April 2017

Para Sahabat Setia Imam Ali




Salman Farsi adalah salah seorang sahabat yang paling utama Nabi Muhammad Saw dan Imam Ali As.Terdapat banyak hadis dari para Imam Maksum As tentang hal ini. [1] Di antaranya Rasulullah Saw bersabda, “Salman adalah bagian dari kami, Ahlulbait.” [2]


Malik al-Asytar Nakha’i, Malik bin Harits Abd Yaghuts Nakha’i yang terkenal dengan Malik Asytar lahir di Yaman. Ia adalah orang yang pertama kali berbaiat kepada Imam Ali As. Malik Asytar menjadi komandan perang pada perang Jamal, Shifin dan Nahrawan. [3]

Abu Dzar, (Jundab bin Junadah) yang dikenal dengan nama Abu Dzar adalah orang keempat yang beriman kepada Nabi Muhammad Saw. [4]Setelah Nabi Muhammad wafat, ia adalah orang yang termasuk berdiri di barisan Imam Ali dan tidak berbaiat kepada Abu Bakar. [5]

Miqdad bin Amr (Miqdad bin Aswad Kandi) merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang beriman kepada Nabi Muhammad Saw dan memeluk agama Islam. Setelah Nabi Muhammad Saw wafat, Miqdad adalah salah seorang yang tidak berbaiat kepada Abu Bakar dan ia selalu setia menyertai Imam Ali As ketika beliau menjalani masa diam selama 25 tahun. [6]

Kumail bin Ziyad Kumail bin Ziyad al-Nakha’i termasuk salah seorang tabiin sahabat Rasulullah Saw dan sahabat setia Imam Ali As dan Imam Hasan As. [7] Ia adalah termasuk salah seorang penganut Syiah yang berbaiat kepada Imam Ali As pada masa-masa awal kekhalifahan Imam Ali As. Ia juga turut berperang dalam peperangan melawan musuh. [8] Ammar Yasir merupakan salah seorang yang pertama kali menyatakan keislamannya kepada Nabi Muhammad Saw dan termasuk salah satu kelompok yang pertama kali dari kaum Muslimin yang berhijrah ke Habasyah. Ia berhijrah ke Habasyah dan setelah Rasulullah Saw berhijrah ke Madinah, ia menggabungkan diri dengan Rasulullah Saw. Setelah Rasulullah Saw meninggal, ia tetap setia dan komitmen di jalan Ahlulbait dan Imam Ali As. Selama masa pemerintahan Umar bin Khatab untuk beberapa lama ia menjabat sebagai Gubernur di Kufah, namun karena ia adalah seorang yang adil dan hidup sederhana, beberapa orang menyiapkan kelengserannya. Kemudian ia kembali ke Madinah dan berada di samping Imam Ali As lalu mengambil ilmu dari beliau. [9]

Ibnu Abbas (Abdullah bin Abbas) adalah putra paman Nabi Muhammad Saw dan Imam Ali. Ibnu Abbas sangat banyak menukil hadis dari Nabi Muhammad Saw. [10] Ibnu Abbas selama masa pemerintahan para khalifah, berkeyakinan bahwa Imam Ali As mempunyai kelayakan akan kedudukan khilafah itu. Ia selama masa pemerintahan Imam Ali As turut serta dalam peperangan Jamal, Shifin dan Nahrawan dan menjadi gubernur Basrah atas perintah Imam Ali As. [11]

Muhammad bin Abu Bakar (putra Khalifah pertama). Ia lahir pada tahun ke-10 Hijriah. Ia berkeyakinan bahwa para khalifah sebelum Imam Ali As sejatinya telah melanggar hak kekhilafahan Imam Ali dan berkata bahwa tidak ada orang yang layak untuk menempati kedudukan khalifah kecuali Imam Ali As. [12] Ia turut ikut serta dan menolong Imam Ali dalam peperangan yang terjadi pada masa kekhlalifahannya: perang Jamal, perang Shiffin. Pada bulan Ramadhan tahun ke-36 H menjadi Gubernur di Mesir. Dan ia terbunuh ditangan pasukan Muawiyah pada bulan Shafar 38 H. [13]

Maitsam al-Tammar, Maitsam Tamar Asadi Kufi, merupakan sahabat setia Imam Ali As dan Imam Husain As. Ia termasuk anggota Syurtah al-Khamis (Lasykar Pembela Ali dan Keluarganya). Kelompok ini merupakan golongan yang bersumpah dengan Imam Ali sedemikian sehingga sampai titik akhir penghabisan akan menyertai dan menolong Imam Ali As. [14]

Uwais Qarni, Uwais bin Amir Muradi Qarni yang terkenal sangat zuhud. Ia beriman pada masa Nabi Muhammad Saw. [15] Uwais merupakan sahabat setia Imam Ali As dan berbaiat kepada beliau untuk setia selama hayat dikandung badan. Ia adalah penolong setia dan pembela Imam Ali As yang selalu hadir dalam peperangan yang terjadi. [16]

Zaid bin Shauhan adalah penolong setia Imam Ali yang selalu turut serta dalam peperangan yang terjadi pada masa kekhlaifahan Imam Ali As. Ia gugur syahid dalam perang Jamal oleh pasukan Nakitsin. [17]

Sa’sha’at bin Shauhan Abdi adalah sahabat Imam Ali yang ikut serta dalam peperangan yang terjadi pada masa kekhlaifahan Imam Ali As. [18] Ia termasuk orang-orang yang membaiat Imam Ali As segera setelah Umar meninggal. [19]





Catatan Kaki



  1. Majlisi, jld. 22, hlm. 343.
  2.  Shaduq, Uyun Akhbār al Ridhā, jld. 1, hlm. 70.
  3. Nahj al-Balāgha, terjemah Muh, Dasyti, hlm. 565.
  4. Ibnu Sa’d, jld. 4, hlm. 224.
  5. Dāirah al-Māarif Tasyayu’, jld. 1, pembahasan tentang Abu Dzar.
  6. Ya’qubi, jld. 1, hlm. 524.
  7. Qutbuddin Rawandi, Minhāj al-Barā’ah, jld. 21, hlm. 219, Mufid, Ikhtishāsh, hlm. 6.
  8. Mufid, Ikhtishāsh,hlm. 108.
  9. Kumpani, hlm. 108.
  10. Mufid, Amāli, hlm. 140.
  11. Mufid, Jamal, hlm. 265, Ibnu Muzahim, hlm. 410, Ibnu Abil Hadid, jld, 2, hlm. 273.
  12. Susytari, Qāmus Rijāl, jld. 7, hlm. 495 dan jld, 6 hlm 293.
  13. Ibrahim Muhammad, jld, 1, hlm. 224 dan 285; Zirkili, jld. 6, hlm. 220.
  14. Barki, hlm.3.
  15. Ibnu Atsir, Usd al-Ghābah, jld. 1, hlm. 179.
  16. Ibnu Atsir, Usd al-Ghābah, jld. 1, hlm. 179.
  17. Mufid, Jamal, hlm. 59.
  18. Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, jld. 1, 289.
  19. Ya’qubi, jld. 2, hlm. 179.



Source : https://dialogsunnisyiah.com

Jumat, 23 Desember 2016

Kisah sakitnya Rasul sebelum Wafat

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saww sering tak sadarkan diri (pingsan) karena sakitnya.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saww sering tak sadarkan diri (pingsan) karena sakitnya.

Suatu hari terdengar suara orang mengetuk pintu, Fatimah as berkata; siapakah itu?

Ia berkata; aku seorang laki-laki asing yang datang ingin bertanya kepada Rasulullah Saww, apakah kau mengizinkan aku untuk masuk?

Fatimah as menjawab; pergilah, semoga Allah merahmatimu! Kau akan menyibukkan Rasulullah.

Ia pun pergi, tak lama ia kembali lagi, kemudian mengetuk pintu seraya berkata; si asing meminta izin kepada Rasulullah Saww, apakah kalian mengizinkan orang-orang asing?

Rasulullah Saww pun terbangun dari pingsannya, dan berkata; Wahai putriku Fatimah, tahukah kamu siapa yang mengetuk pintu itu?

Fatimah as berkata; Tidak, ya Rasulullah!

Rasulullah Saww berkata; dia adalah pemisah orang-orang, pencabut kelezatan, dia adalah malaikat maut. Demi Allah, belum pernah terjadi sebelumnya ia meminta izin (mencabut nyawa) dan tidak akan terjadi setelahku.

Ia meminta izin kepadaku karena kemuliaan ku, izinkanlah ia karena Allah.

Fatimah as berkata; masuklah, semoga Allah merahmatimu! Maka masuklah malaikat maut seperti hembusan angin, sambil berkata;

السلام على أهل بيت رسول اللّه.

Kemudian Nabi Saww berpesan kepada Ali untuk bersabar atas dunia, menjaga Fatimah, mengumpulkan Al-Quran.. dan memandikannya.. !

Semoga Allah merahmati orang yang memanggil #YaRasulullah






===========================

Imam Ali dan Dua Orang Yahudi

th





Al-Shadûq (Abû Ja’far Muhammad bin ‘Ali bin Al-Husain—rahimahullâh—ahli hadîts yang wafat pada 381 Hijrah) berkata: Telah menyampaikan hadîts kepadaku Sa’îd bin ‘Abdullâh, dia berkata: Telah menyampaikan hadîts kepadaku Ahmad bin Al-Husain dari ayahnya dari Ja’far bin Yahyâ dari ayahnya yang sanadnya terangkat sampai ke sebagian orang-orang yang benar (Al-Shâdiqîn, yaitu para khalifah Nabi saw) dari keluarga Muhammad saw, dia berkata:

“Ada dua orang yahudi dari Khaibar membawa Kitab Al-Taurah (Taurat) dalam keadaan terbuka, mereka bermaksud menemui Nabi saw, tetapi mereka mendapatinya telah wafat. Kemudian mereka mendatangi Abû Bakar, lalu mereka bertanya kepadanya, ‘Kami datang ke sini bermaksud menjumpai Nabi untuk menanyakan kepadanya suatu persoalan, namun dia telah wafat.’ Abû Bakar berkata, ‘Silakan kalian tanyakan!’ Mereka berkata, ‘Kabarkan kepada kami tentang maksud dari bilangan satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, dua puluh, tiga puluh, empat puluh, lima puluh, enam puluh, tujuh puluh, delapan puluh, sembilan puluh dan seratus!’ Maka berkatalah Abû Bakar, ‘Aku tidak punya jawabannya untuk pertanyaan ini sedikit pun, coba kamu berdua datang saja kepada ‘Ali bin Abî Thâlib.’

Kemudian mereka mendatanginya, lalu mereka ceritakan apa yang telah diceritakan kepadanya sedangkan mereka membawa Taurat dalam keadaan terbuka, lantas Amîrul Mu`minîn as berkata kepada mereka, ‘Jika aku bisa menjawab pertanyaanmu, apakah kamu akan masuk Islam?’ Mereka berkata, ‘Ya.’

Beliau berkata, ‘Adapun yang dimaksud dengan satu adalah Allah sendiri tidak ada sekutu bagi-Nya. Yang dimaksud dengan dua adalah firman Allah ‘azza wa jalla, Janganlah kalian menjadikan Tuhan yang dua, Dia hanyalah Tuhan yang satu. (Al-Nahl ayat 51).

Yang dimaksud dengan tiga, empat, lima, enam, tujuh dan delapan adalah firman Allah di dalam Kitab-Nya tentang Ashhâbul Kahfi. Mereka mengatakan tiga (orang) yang keempat dari mereka adalah anjingnya, dan mereka mengatakan lima yang keenam dari mereka adalah anjingnya sebagai terkaan terhadap perkara yang gaib dan mereka mengatakan tujuh (orang) dan yang kedelapan dari mereka adalah anjingnya. (Sûrah Al-Kahfi ayat 22)

Yang dimaksud dengan sembilan adalah firman Allah ‘azza wa jalla di dalam Kitab-Nya, Dan adalah di dalam kota ada sembilan golongan yang mengadakan kerusakan di bumi dan mereka tidak membuat kemaslahatan. (Sûrah Al-Naml 48).

Yang dimaksud dengan sepuluh adalah firman Allah ‘azza wa jalla, Itulah sepuluh hari yang sempurna. (Al-Baqarah 196)

Yang dimaksud dengan dua puluh adalah firman Allah ‘azza wa jalla dalam Kitab-Nya, Jika ada di antara kamu dua puluh orang yang sabar niscaya dapat mengalahkan dua ratus. (Al-Anfâl 65)

Yang dimaksud dengan tiga puluh dan empat puluh adalah firman Allah ‘azza wa jalla di dalam Kitab-Nya, Kami telah menjanjikan kepada Mûsâ tiga puluh malam dan Kami menyempurnakannya dengan sepuluh lagi, maka sempurnalah mîqât dengan Tuhannya empat puluh malam. (Al-A’râf 142)

Yang dimaksud dengan lima puluh adalah firman Allah ‘azza wa jalla, Dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. (Al-Ma’ârij 4)

Yang dimaksud dengan enam puluh adalah firman Allah ‘azza wa jalla di dalam Kitab-Nya, Maka siapa yang tidak mampu, hendaknya memberi makan enam puluh orang miskin. (Al-Mujâdilah 4)

Yang dimaksud dengan tujuh puluh adalah firman Allah ‘azza wa jalla di dalam Kitab-Nya, Dan Mûsâ memilih kaumnya tujuh puluh orang untuk mîqât dengan Kami. (Al-A’râf 155)

Yang dimaksud dengan delapan puluh adalah firman Allah ‘azza wa jalla, Dan orang-orang yang menuduh (berzina) perempuan-perempuan yang baik-baik, kemudian mereka tidak dapat mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali deraan. (Al-Nûr 4)

Yang dimaksudkan dengan sembilan puluh adalah firman Allah ‘azza wa jalla di dalam Kitab-Nya, Sesungguhnya saudaraku mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing. (Surah Shâd ayat 23)

Dan adapun yang dimaksudkan dengan seratus adalah firman Allah ‘azza wa jalla di dalam Kitab-Nya, Wanita yang berzina dan laki-laki yang berzina wajib kamu dera masing-masing dari mereka seratus kali deraan. (Surah Al-Nûr 2).”

Kemudian kedua orang yahudi tersebut menyatakan dirinya masuk Islam di hadapan Amîrul Mu`minîn as.

(Kitâb Al-Khishâl 599-600)

FATIMAH AZ- ZAHRA: IBU dari AYAHNYA dan PENGHULU SELURUH WANITA

Berwisata dengan Kemuliaan Fatimah Azzahra
Fatimah (as) adalah poros bagi kehidupan rumah tangga dan keluarga yang baik dan ideal. Siapa saja dapat menjadikannya sebagai teladan.




(Refleksi Hari Ibu, 22/12. SELAMAT HARI IBU)

إن فاطمة (عليها السلام) كانت تكنى أم أبيها

Imam Baqir berkata: “Sesungguhnya Fathimah Az Zahra dijuluki ibu ayahnya”

Sekilas dari hadis di atas, kita bisa memahami bagaimana hubungan Nabi SAW dengan putri tercintanya, Az-Zahra`. Sebuah ungkapan yang amat indah: Ummu Abiha, Kalimat itu sangat singkat, namun menyimpan segala muatan cinta, kasih, dan sayang di setiap lubuk sanubari insan.

Sebelum kita membahas maksud dari gelar Az-Zahra' di atas, alangkah baiknya jika terlebih dahulu kita kaji akar kata umm, yang merupakan kata kunci dalam menyingkap maksud di atas, sehingga kita lebih cermat memahami makna yang dimaksudkan Nabi SAW ketika memanggil putri beliau: "Selamat datang wahai ibu ayahnya!"

Jauhari dalam Shihāhul Lugāt menjelaskan; Ummu Syai' berarti inti sesuatu, makna yang juga gunakan Al Quran lewat frasa Ummul Qura', yang berarti pusat perkampungan, untuk mengumpamakan posisi Makkah; kota yang memiliki letak geografis yang amat strategis di jantung jazirah Arab dan mengatur menjadi pusat riuh-rendah rutinitas kehidupan kawasan tersebut. Dengan demikian, interpretasi hadis di atas secara leksikal adalah bahwa Fathimah Az-Zahra sumber keturunan Nabi, sesuai dengan tafsiran AI-Kautsar yang berarti mata air keturunan Nabi SAW.

Kalau kita mau membaca dan mencermati riwayat hidup Sayyidah Fathimah Az-Zahra, niscaya tidaklah sulit bagi kita untuk memahami maksud dari ummu abiha di atas tadi. Lebih dari itu, kita akan mendapatkan berbagai tafsiran tentangnya.

1. Tafsir Pertama

Fatimah memperlakukan Rasul SAW lebih dari perlakuan seorang ibu terhadap anaknya, sebagaimana Rasul SAW mencintai dan menghormati Az-Zahra' lebih dari penghormatan seorang anak terhadap ibunya. Sirah Nabawi mengingatkan kita akan sikap Rasul SAWW saat ditemui Az-Zahra'. Beliau berdiri menyambut, menyalami, mencium, dan mendudukkannya di sisi beliau, serta menemaninya dengan seluruh jiwa. Acapkali, ketika mencium Az-Zahra', Rasul SAWW selalu berkata, "Sungguh aku mencium aroma surga dari dirinya."

Di samping itu, terdapat riwayat lain yang menguatkan tafsiran ini. Ahli sejarah menuturkan bahwa Fathimah adalah orang pertama yang ditemui Rasul SAWW setiap kali pulang dari perjalanan, baik dari peperangan atau lainnya, Istri Ali inilah orang terakhir yang beliau pamiti, jika beliau hendak keluar kota.

Di sisi lain, sejarah mencatat bahwa perlakuan Az-Zahra' terhadap sang ayah tidak kurang dari perhatian seorang ibu terhadap anaknya. Beliau mengobati luka-luka Rasul akibat peperangan, Beliau turut meringankan beban berat yang dipikul Nabi SAWW, dan selalu menghibur sang ayah, layaknya seorang ibu pada anaknya. Ringkasnya, luapan cinta, kasih, dan sayang yang diterima seorang anak dari ibunya, semua itu bisa ditemukan dalam pribadi agung AzZahra.

2. Tafsir Kedua

Risalah Nabi SAWW merupakan agama khatam (terakhir) yang abadi sampai kiamat nanti. Risalah samawi ini tidak akan berakhir dengan berakhirnya ajal beliau. Akan tetapi, untuk keberlangsungan risalah tersebut harus ada pribadi-pribadi agung yang secara takwiniyah sama seperti Nabi. Pribadi-pribadi yang dalam hadis disebutkan sebagai bintang-bintang penjamin keselamatan penghuni bumi ini. Mereka lahir dari keturunan Fathimah AzZahra. Oleh karena itu, Nabi SAWW bersabda: "Husain dariku dan aku dari Husain. Allah mencintai orang yang mencintai Husain." Artinya, Husain anakku dan penyambung keturunanku. Dialah cahaya mataku, buah hatiku. Rasul menambahkan "dan aku juga dari Husein", bahwa keberlangsungan risalah dan keutuhan ajaran-ajaran Islam, dapat terealisir berkat Al-Husain . dan para keturunan ma'sum Az-Zahra'. Dari sini, tidaklah berlebihan jika ada yang mengatakan, " Dinul Islam Muhammadiul wujud Husainiul baqo' " (Islam eksis karena Muhammad SAWW dan kekal berkat Al Husain.) Hal ini kita lihat jelas dari pengorbanan Imam Husain di hari AsyuRA.. Beliau tebus kehormatan Islam dengan darah beliau, keluarga, dan pengikut beliau, dari bayi yang masih merah sampai yang tua, dari kaum pria maupun wanita.

3. Tafsir Ketiga

Maula Al-Anshari menyatakan sebab dijulukinya Az Zahra’ dengan ummu abiha adalah ekspresi cinta tulus Rasul SAWW terhadap putri beliau. Karena kebiasaan manusia, ketika seseorang mencintai orang tuanya, lalu ingin mengungkapkan serta melukiskan seluruh rasa cintanya, dia akan memanggilnya dengan "Wahai ayah!" jika laki-laki, dan "Wahai ibu!" jika perempuan.

Al-Anshari menambahkan, maksud lain dari julukan tersebut adalah ketika Allah memuliakan para istri Nabi dengan panggilan Ummul mu'minin (ibu kaum mu'min), mungkin akan menebar persepsi bahwa mereka adalah wanita-wanita termulia di bumi, bahkan dari Fathimah aZ-zAHRA. Untuk menepis persepsi yang jelas salah ini, Rasul SAWW yang setiap ucapannya adalah wahyu, menjuluki putri beliau dengan ummu abiha, seakan-akan, Rasul SAWW dengan julukan ini hendak menegaskan kepada ummat, "Wahai istri-istri Nabi! Jika kalian ibu kaum mukmin, ketahuilah bahwa Fathimah adalah ibu Mustafa, ibu Nabi, ibu ayahnya."

4. Tafsir Keempat

Kata ummu kulli syai' berarti inti sesuatu, sebagaimana yang dijelaskan para ahli bahasa, seperti ummul kitab, ummul quro, ummul qaum. Atas dasar ini, bisa ditarik maksud dari gelar tersebut bahwa Fathimah Azzahra. merupakan inti rumpun Rasul SAWW dan akar kenabian, sebagaimana Imam Baqir . bersabada, "Pohon kebaikan adalah Rasul, cabangnya Ali, dan akarnya Fathimah, sedangkan para putra-putra Az-Zahra' dan para pengikut setia adalah buahnya." Layaknya sebuah pohon akan layu ketika akarnya hilang, maka Islam yang diibaratkan sebuah pohon ini akan layu dan mengering, andai Fathimah Az Zahra tidak ada. Hal ini dikarenakan sebuah pohon itu tumbuh dan berkembang dengan menyerap makanan dari akarnya, sedang pohon Islam itu akan tumbuh dan berkembang dengan perjuangan para putra-putra Az-Zahra' . Perjuangan AI-Hasan dalam bentuk sikap damainya dan dan AI-Husain dengan aksi menolak bai'at dan menumpahkan darah sungguh telah menjaga pohon itu dari benturan-benturan. Pada dasarnya, beliau telah menyirami dan menumbuh-suburkan pohon tersebut.. Andai shulh Al-Hasan dan bangkitnya Al-Husain tidak terjadi, niscaya Islam akan layu dan kering. Jelas bahwa semua itu berkat didikan ibu agung mereka, Az-Zahra'.

Sebagai pelengkap, kami akan bawakan beberapa riwayat yang menguatkan tafsiran di atas. Rasul bersabda, "Aku adalah pohon, Fathimah akarnya, dan Ali pangannya, sementara Hasan dan Husain sebagai buahnya."

Mufaddhal bin Muhammad AI-Ju'fi bertanya kepada Aba Abdillah As-Shadiq tentang ayat 261 surat Al-Baqarah yang mengatakan "Perumpamaan nafkah orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah SWT bak sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir benih, dan tiap-tiap benih itu menumbuhkan seratus benih." Beliau bersabda, "Al habbah (sebutir benih) itu adalah Fathimah, sab'a sunbulatin (tujuh butir benih) adalah tujuh keturunan Az-Zahra'. Ketujuhnya adalah Imam Mahdi A'jjalalla Taa'la Farajahus Syarif.

Pada dasarnya, Nabi selalu menegaskan maqam Az Zahra' dalam setiap kalimat yang beliau ucapkan dan dalam setiap tindakan yang beliau lakukan. Beliau ingin menjelaskan keagungan Fathimah Az Zahra bahwa dia sangat istemewa dan berbeda dengan istri-istri beliau. Fathimah AzZahra. adalah ma'sum, terjaga dari dosa, karena beliau salah satu misdaq (perwujudan nyata) dari ayat At-Thathir. Tidak satupun dari istri Nabi yang termasuk di dalam ayat itu, bahkan Ummu salamah dengan segala kemulyaanya.

Di hari Mubahalah, sejarah telah mencatat hanya Fathimahlah yang diikutkan Nabi, tidak wanita lain. Andai ada dari istri Nabi yang sepadan dengan Az-Zahra', niscaya Nabi akan mengikut-sertakannya pada hari tersebut. Tetapi, beliau tidak mendapatkan satu wanita pun, baik dari istri beliau, para wanita Bany Hasyim, ataupun dari para wanita khalifah, yang sederajat dengan Az-Zahra' .

Bila seseorang ingin selalu dilindungi oleh Allah Swt serta aman dari segala bahaya dan musibah yang mengancamnya maka hendaklah ia membiasakan membaca hirz (azimat) yang biasa dibaca dan diamalkan oleh penghulu wanita sedunia Fathimah az Zahra berikut ini sehingga ia selamat serta urusannya lancar dan sukses:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ فَاَغِثني وَلاَ تَكِلْنِيْ اِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ.

Dengan nama Allah Yang Mahaluas rahmat-Nya lagi Maha Penyayang. Wahai Yang Mahahidup dan Berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, maka tolonglah aku dan jangan Engkau biarkan aku mengurusi masalahku sendiri meskipun sekejap mata dan sukseskanlah urusanku semuanya.

Disadur dari kitab Al Asrarul Fatimiyah, karya Syekh Muhammad Fadil AI-Mas'ud. (by SIRAJUDDIN)…






=======================================

“Syiah itu NU Plus Imamah”, Mengenang Gus Dur




Di masa Gus Dur, masyarakat muslim Syiah yang minoritas mendapat perlindungan. Kang Jalal pernah menuturkan, “pengkut Syiah aman betul di zaman Gus Dur memimpin NU. Di zaman itu, Gus Dur mengatakan bahwa Syiah tidak sesat. Bahkan ia memerintahkan agar Nahdliyin menjaga dan melindungi pengikut Syiah. GP Anshor diperintahkan Gus Dur melindungi jamaah Syiah.”


Hari ini, warga nahdliyyin memperingati 7 tahun wafatnya bapak tokoh pluralisme dan Presiden RI ke-4 itu, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dan ditengah masyarakat Islam Indonesia yang carut marut dipecah belah oleh kelompok radikal-takfiri dan intoleran, muslim syiah, muslim moderat Indonesia, sangat meridukannya.

Bisa diingat kembali bagaimana sebagian sikap dan pemikiran Gus Dur mendapat apresiasi dari beberapa ulama Syiah Indonesia.

“Gus Dur selalu menganjurkan kebaikan kepada kelompok minoritas, termasuk kita yang berpegang pada madzhab Ahlul Bait, Syiah. Kita merasa dibela Gus Dur dari beberapa kelompok yang akan membubarkan Syiah.

Gus Dur juga selalu mengatakan bahwa “Syiah itu adalah NU plus imamah dan NU itu adalah Syiah minus imamah”, sebuah penegasan yang sangat berani. Bahkan beliau orang yang pertama di Indonesia yang bukan Syiah yang menggelar peringatan Asyura di Ciganjur,” kata salah seorang ulama Syiah Indonesia, Hasan Dalil. (Rakyat Merdeka Online, 1/1/2013).

Namun demikian, kata Hasan Dalil, ada beberapa sikap Gus Dur yang mesti dikritisir termasuk keterlibatan dalam yayasan milik Israel. Menurut Pembina Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatul Ilmi ini, masalah Israel adalah masalah hitam putih yang bukan multitafsir.

“Sikap Gus Dur sering multitafsir. Tapi berkaitan dengan Israel harus hitam putih. Israel itu menginjak-injak hak asasi manusia dan menjajah. Tentu hal ini sangat bertentangan dengan konstitusi tertinggi negara kita, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang melarang segala bentuk penjajahan. Kita kritik itu,” kata Hasan Dalil.

Namun satu hal yang menarik dari Gus Dur, kata Hasan Dalil, tidak pernah marah dan tersinggung jika dikritik. Hasan Dalil pun punya kesan pribadi dengan Gus Dur.

“Kita ulama Syiah datang pada beliau. Saya sebutkan pada beliau di kalangan atas elit dan intelektual, sudah memahami madzhab Ahlul Bait dan menghormati Ayatullah Imam Khomaini. Namun dikalangan sebagian NU di bawah ada yang masih berlaku keras pada kelompok Syiah”

“Saya contohkan peristiwa di Bangil. Ternyata Gus Dur langsung menelpon ulama NU Bangil dan memerintahkan untuk menjaga kelompok syiah dan mencegah segala bentuk kekerasan. Ini luar biasa,” kata Hasan Dalil.









========================

Jumat, 16 Desember 2016

Menteri Israel Sebut Presiden Assad Pembantai Rakyat

Menteri Israel Sebut Presiden Assad Pembantai Rakyat



 Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyebut Presiden Suriah Bashar al-Assad sebagai pembantai rakyatnya. Dikatakan Lieberman, Assad seharusnya diusir dari Suriah beserta sekutu-sekutu Iran-nya.

"Menurut opini pribadi saya, Assad adalah pembantai yang membantai dan membunuh orang," cetus pejabat Israel itu seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (16/12/2016).

"Saya pikir bahwa pada akhirnya, kepentingan kita adalah agar dia dan orang-orang Iran dibuang dari Suriah," kata Lieberman dalam konferensi Yahudi yang digelar di resor Eilat, Laut Merah.

Lebih dari 310 ribu orang telah tewas sejak perang saudara pecah di Suriah pada tahun 2011. Lebih dari separuh penduduk negeri itu telah kehilangan tempat tinggal, dengan jutaan orang menjadi pengungsi.

"Dari sudut pandang moral kita tak bisa menerima pembantaian seperti itu di depan mata seluruh dunia, dengan senjata-senjata kimia," tutur Lieberman.

Selama ini Assad telah mendapat dukungan dari gerakan Hizbullah di Libanon yang didukung Iran. Dan sejak tahun 2015 lalu, Rusia pun mengerahkan pesawat-pesawat tempurnya untuk mendukung Assad.

Hizbullah telah mengirimkan ribuan petempurnya untuk mendukung pasukan pemerintah Suriah. Kelompok gerilyawan Syiah tersebut pernah terlibat perang besar dengan Israel pada tahun 2006 silam.


=============

Source : https://news.detik.com


Dubes RI dan Menpora Iran (foto: Abna)


Sebuah berita hoax telah disebarluaskan oleh beberapa situs penyebar hoax dan disebar ulang oleh berbagai akun Facebook, dengan judul “IRAN: kami siap kirim tentara bantu INDONESIA, kalau demo 212 berbuat MAKAR.”

Ketika kita meng-klik berita yang di-share oleh beberapa situs penyebar hoax seperti syiah.id, liputanterkini.ga, bataranews.com, voa-moeslim.com, isinya tidak terkait soal pengiriman tentara.   Ada dua kalimat yang terkait dengan rencana demo 2 Desember (212):


“Ditambahkannya, Iran mendukung Indonesia jika demo 212 terjadi”

“Dubes Indonesia juga menekankan pengokohan komunikasi kedua negara di sektor pelaksanaan keamanan, khususnya terkait demo 2 desember 2016.”




Berikut ini isi berita hoax selengkapnya:


Menteri keamanan dan Pemuda Iran, Mahmoud Gudarzi, menyatakan kesiapan Tehran untuk membantu pelaksanaan lebih baik dan sukses Indonesia.

Hal itu dikemukakan Gudarzi pada Selasa (23/10, dalam pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Tehran, Octaviano Alimudin seraya mengatakan, mengingat pengalaman sukses Iran dalam pelaksanaan berbagai event penting, Tehran siap membantu memperkokoh dan pelaksanaan lebih sukses Indonesia.

Ditambahkannya, Iran mendukung Indonesia jika demo 212 terjadi

Menyinggung hubungan dekat serta sisi kolektif budaya dan sejarah kedua negara serta MoU di sektor agama Iran dan Indonesia, Menteri pertahanan dan Pemuda Iran juga menekankan peningkatan hubungan dan kerjasama bilateral yang telah tercantum dalam MoU tersebut.

Di lain pihak, Octaviano Alimudin, Duta Besar Indonesia untuk Tehran juga menyatakan puas atas kerjasama baik  kedua negara, serta menyambut kesiapan Iran untuk memperkokoh Indonesia.

Dubes Indonesia juga menekankan pengokohan komunikasi kedua negara di sektor pelaksanaan keamanan, khususnya terkait demo 2 desember 2016. (MZ)


sumber: cnn.com

Kejanggalan berita tersebut adalah sebagai berikut:


  1. Mahmoud Gudarzi adalah Menteri Olahraga dan Pemuda Iran, bukan Menteri Keamanan dan Pemuda. Di berbagai negara, menteri “olahraga” biasa disandingkan dengan “pemuda”, bukan “keamanan”. Di Indonesia juga yang ada: “Menteri Pemuda dan Olahraga”.
  2. Pertemuan antara Dubes Indonesia dengan Menteri Olahraga dan Pemuda Iran terjadi pada Selasa (16/8) di Tehran. Tanggal 23/10 (seperti ditulis situs syiah.id) jatuh pada hari Minggu, bukan Selasa dan tidak ada agenda pertemuan kedua pejabat pada hari&tanggal itu. Berita mengenai pertemuan antara Menteri Iran dengan Dubes RI bisa dibaca di situs Pars Today, di link ini.
  3. Di dalam berita tersebut (baik versi hoax maupun versi ParsToday) disebutkan bahwa Menteri Olahraga dan Pemuda Iran siap membantu Indonesia dalam menyukseskan Asian Games 2018 di Indonesia. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan rencana aksi demo 212, dan tidak juga disebut soal pengiriman tentara. Di sini terlihat jelas, Syiah.id dan situs sejenisnya sengaja membuat judul yang menyesatkan publik (karena memang kebanyakan orang tidak mengklik berita, hanya membaca judul).
  4. Penulis berita hoax di syiah.id, yang disebarluaskan oleh situs hoax lainnya seperti liputanterkini.ga, bataranews.com, voa-moeslim.com, lupa menghapus inisial (MZ), penulis berita Pars Today. Di sini jelas mereka meng-copas berita dari ParsToday lalu diubah-ubah sebagian isinya. Misalnya, kalimat terakhir di Pars Today berbunyi: