Sudahkah Anda Bershalawat???

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)” HR an-Nasa’i (no. 1297)

Keutamaan Shalawat Kepada Nabi

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)

Ahlul Bait

مَثَلُ أَهْلِ بَيْتِي مَثَلُ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ مَنْ رَكِبَهَا نَجَا وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرِقَ

“Perumpamaan Ahlul baitku seperti kapal nabi Nuh, barangsiapa yang menaikinya maka dia akan selamat dan barangsiapa yang enggan maka dia akan tenggelam (binasa).”

Selasa, 14 Juli 2015

ISIL Meledakkan Bayi untuk Mengajar Pembuatan Bom

Teroris ISIL....jpg



Kelompok teroris Takfiri ISIL telah meledakkan seorang bayi untuk mengajar anggotanya mekanisme pembuatan ‘bom jebakan’ selama misi pelatihan.


"Mereka membawa bayi, anak seorang sipil [yang] dieksekusi beberapa minggu yang lalu ... di salah satu kamp pelatihan[mereka] di dekat Sharqat, Salahuddin utara ... bom jebakan dan peledakkan anak di depan puluhan teroris ISIL denganmenggunakan remote kontrol," Sadiq al-Husseini, ketua komite keamanan di dewan provinsi Diyala, seperti dikutip oleh Irak News Agency pada hari Minggu (12/7/15).

Itu adalah misi pelatihan bagi anggota ISIL untuk mempelajari mekanisme bom jebakan, kata Husseini, menambahkan bahwa kelompok teroris "tidak peduli dengan nilai kemanusiaan yang paling dasar."

Bagian utara dan barat Irak telah dilanda kekerasan sejak teroris Takfiri ISIL mulai perjalanan mereka menguasai wilayah Irak pada Juni 2014.

Kelompok teroris telah memperoleh ketenaran dengan kebiadaban, kekejaman keji, dan tindakan asusila. Para teroris ISIL telah dituduh melakukan pelanggaran HAM berat dan kejahatan perang di wilayah yang mereka kuasai di Suriah, Irak, dan Libya.

Para cendekiawan Muslim menyatakan bahwa teroris Takfiri ISIL melayani agenda kolonial yang tidak ada hubungannya dengan Islam.



=======================================================================

Source : islamtimes.org

Riwayat Qarati: Sayid Ini Lagi, Belum Mengerjakan Shalatnya!

Riwayat Qarati: Sayid Ini Lagi, Belum Mengerjakan Shalatnya! 







“Sayid ini lagi, belum mengerjakan shalatnya!”

 Salah satu ulama Qom mengatakan, “Saya belajar kepada Imam Khomeini di madrasah Dar as-Syifa. Di tengah-tengah pelajaran saya baru ingat kalau belum shalat. Sementara matahari hampir tenggelam. Dalam hati saya berkata, jelek bila di pertengahan pelajaran saya harus bangun berdiri. Saya terpikir untuk menutupi hidung saya dan keluar dari kelas dengan alasan mimisan. Spontan Imam Khomeini berkata:
“Sayid ini lagi, belum mengerjakan shalatnya!”



Kemazluman orang-orang beragama

Di masa pemerintahan taghut, menteri pendidikan protes kepada salah satu kepala sekolah seraya berkata, “Mengapa murid-murid anda keluar masuk dengan memakai chadur?”
Kepala sekolah menjawab, “Pak Menteri! Anggap saja kami juga termasuk kelompok minoritas, mereka memiliki kebebasan dalam agamanya, paling tidak berilah kebebasan kepada kami sebagaimana anda memberikan kebebasan kepada para pemeluk Yahudi.”



Waktunya olahraga

Sejumlah kepala negara sedang menemui Imam Khomeini, tiba-tiba Imam Khomeini melihat jam dan berkata, “Sudah terlambat.”
Ditanya, “Agha, ada apa?”
Imam Khomeini berkata, “Waktunya olahraga sudah terlambat.”



Nilai waktu

Ketika Imam Khomeini diasingkan ke Turki, beliau tidak dibawa dengan pesawat penumpang karena takut Imam Khomeini mempengaruhi para penumpang untuk bangkit, itulah mengapa beliau dibawa dengan pesawat kargo. Beliau memanfaatkan kesempatan dan membuka pembicaraan dengan pilot.
Ketika sampai di Turki, Imam ditahan di dalam sebuah ruangan dan bahkan tidak diizinkan untuk membuka korden untuk mendapatkan sinar matahari dan ada satpan yang ditunjuk untuk menjaganya. Imam Khomeini juga memanfaatkan kesempatan ini dan membuka pembicaraan dengan satpam Turki dan terus menerus menanyakan kosa kata Turki.
Yang ajaib adalah selama satu tahun Imam Khomeini berhasil menulis dua jilid buku Tahrir al-Wasilah di ruangan yang gelap itu juga.



Kemuliaan kaum muslimin

Lembaga Bimbingan Pemikiran Anak-Anak dan Remaja bertanya kepada Imam Khomeini, “Kami ingin mengimpor sebagian buku anak-anak dari luar negeri dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Persia, apa yang harus kami lakukan?”

Imam Khomeini berkata, “Kalian bisa melakukan hal ini dengan syarat jangan menjadikan orang kafir sebagai pahlawan bagi anak-anak!”



Menggunakan umur

Para dokter Imam Khomeini menganjurkan kepada beliau, “Anda harus berbaring terlentang dan menggerakkan kedua kaki seperti orang bersepeda.”
Salah satu penjaga Imam Khomeini berkata, “Begitu saya masuk ruangan, Imam Khomeini sedang menjalankan anjuran dokter. Beliau mendudukkan cucunya di dadanya, menyalakan tv tanpa suara dan mendengarkan radio sambil membaca zikr. Saya berkata dalam hati, “Inilah yang dinamakan menggunakan umur dengan baik.”



Tidak Menyapa Pezalim

Selama empat belas tahun Imam Khomeini berada di Najaf, beliau setiap malam menziarahi makam Amirul Mukminin Ali as. Satu malam Imam Khomeini tidak pergi ke makam. Setelah itu ketahuan bahwa pada malam itu ada duta Iran, yakni wakil Shah Pahlevi datang ke makam dan disyuting.



Menghormati milik umum
Syahid Haj Mosthafa Khomeini berkata, “Kami berjalan kaki mendampingi Imam Khomeini di kota Hamedan dan sampai pada sebuah taman yang ditanami rumput.

Imam Khomeini berjalan kaki cukup jauh tapi beliau tidak mau menginjakkan kakinya ke taman itu dan berkata, “Kami tidak mengakui rezim thaghut, tapi taman ini dibangun dengan uang masyarakat dan saya tidak mau menginjakkan kaki di atasnya.”



Kemuliaan jiwa

Ketika Imam Khomeini berada di Najaf, dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh para ulama, datanglah wakil Saddam Husein. Tentunya pada saat itu tidak ada yang tahu betapa buruknya Saddam Husein.
Sejumlah orang bangun berdiri sebagai tanda hormat ketika wakil Saddam Husein masuk. Tapi Imam Khomeini tidak bangun berdiri.



Kerendahan hati seorang ulama

Semangat revolusi telah memenuhi semua kota. Para pemuda revolusioner Jahroum juga berharap Ayatullah Haghshenas – salah satu ulama pecinta Imam Khomeini dari provinsi Fars – masuk ke lapangan dengan semangat yang lebih menggebu-gebu. Beliau berkata, “Harus ada perintah dari Imam Khomeini sehingga saya juga bergerak.”
Para pemuda revolusioner berkata. “Orang tua ini harus kita balas. Mereka datang ke depan pintu rumah beliau dan berkata, “Anda bukan ulama revolusioner. Anda adalah ulama masa Raja Naseroddin. Anda berguna untuk seratus tahun yang lalu.”
Beliau dengan wajah yang ramah menjawab mereka, “Demi kakekku, aku juga tidak berguna untuk seratus tahun yang lalu, sekarang silakan masuk ke dalam rumah untuk minum teh bersama-sama.”
Para pemuda saling memandang satu sama lainnya dan merasa terlucuti senjatanya. (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)



Sumber: Khaterat Hujjatul Islam Qaraati, Jilid 2.

Sejenak Bersama Al-Quran: Taubat Penyelamat Manusia




Sejenak Bersama Al-Quran: Taubat Penyelamat Manusia 






 Allah Swt berfirman :
“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” (QS. Yunus: 98)


Sekalipun surat Yunus menjelaskan secara detil tentang sejarah Nabi Nuh dan Musa as, tapi surat ini tetap dinamakan surat Yunus. Padahal dalam surat ini hanya memuat kisah kaum Nabi Yunus as yang bertaubat dan itupun disinggung hanya dalam satu ayat. Walaupun demikian, penamaan surat ini dengan surat Yunus mungkin disebabkan pentingnya apa yang dilakukan oleh kaum Nabi Yunus as. Karena pada akhirnya bertaubat dan Allah Swt menerima taubat mereka.

Imam Shadiq as berkata, “Nabi Yunus as berdakwah kepada kaumnya sejak usia 30 hingga 63 tahun, tapi hanya dua orang yang beriman kepada apa yang dibawanya. Nabi Yunus as kemudian melaknat mereka lalu pergi meninggalkan kaumnya. Satu dari dua orang yang beriman kepada beliau adalah seorang bijaksana dan berilmu. Ketika menyaksikan Nabi Yunus as melaknat kaumnya dan pergi meninggalkan mereka, ia naik ke tempat yang agak tinggi dan memperingatkan mereka. Warga yang mendengar ucapannya menyadari kesalahan yang selama ini dilakukan dan dengan  petunjuknya mereka bergerak ke luar kota. Mereka berusaha menjaga jarak dengan anak-anaknya lalu mulai bermunajat kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya, hingga Allah Swt menerima taubat mereka. Nabi Yunus as kembali ke kota itu, tapi menemukan warganya tidak binasa. Beliau terkejut dan bertanya apa yang terjadi. Mereka menjelaskan kepada Nabi Yunus as apa yang terjadi sepeninggalnya.”[1]

Benar, sekalipun manusia telah berada di bibir jurang, tapi ia masih dapat menolong dirinya sendiri. Karena iman dan taubat pada waktunya dapat menyelamatkan manusia dari kemurkaan ilahi dan membatalkan azab, sekaligus menjadikan manusia bahagia.

Dalam sejarah kaum nabi-nabi terdahulu yang mendustakan ucapan mereka hanya kaum Nabi Yunus as yang bertaubat pada waktunya lalu beriman kepada apa yang diajarkannya, sehingga dapat selamat dari azab ilahi. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)



Sumber: Mohsen Qaraati, Daghayeghi ba Quran, Tehran, Markaz Farhanggi Darsha-i az Quran, 1388 Hs, cet 1.

[1] . Tafsir Majma’ al-Bayan dan as-Shafi.




Source : http://indonesian.irib.ir

 Bagaimanakah Tata Cara Sholat menurut Mazbah Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hambali, dan Ja'far?
Imam Abu Hanifah (699-767 M) (Mazhab Hanafi)

    * Takbiratul ihram boleh dengan Allahu Akbar atau Allahu A’zham (Maha Agung) atau Allahu Ajall (Maha Mulia) dan yang sesuai dengan makna lainnya.
    * Al-Fatihah wajib pada 2 rakaat pertama, sedangkan rakaat 3 atau 4 boleh diganti dengan tasbih atau diam. Boleh tidak membaca basmalah karena bukan bagian dari surah. Qunut hanya ada pada shalat witir. Sedekap adalah sunnah bukan wajib di bawah pusar.
    * Saat rukuk disunnahkan membaca
      سُبْحَانَ رَبي العَظِيْمِ
    * Saat sujud yang wajib menyentuh/menempel hanyalah dahi, sedangkan dua telapak tangan, dua lutut, ibu jari kaki hanyalah sunnah.
    * Lafaz tahiyyat:
      التَحِياتُ لله وَالصلَوَاتُ وَالطَيِبَاتُ وَالسَلامُ, عَلَيْكَ اَيُهَا النَبِي وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه, السَلامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَالِحِيْنَ, اَشْهَدُ اَنْ لا الَهَ اِلا الله, وَاَشْهَدُ اَن مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
    * Lafaz salam:
      السَلامُ عَليْكُمْ وَ رَحْمَة الله

Imam Malik (712-795 M) (Mazhab Maliki)

    * Takbiratul ihram wajib dengan Allahu Akbar.
    * Al-Fatihah wajib setiap rakaat. Basmalah bukan termasuk bagian dari surah, bahkan disunnahkan untuk ditinggalkan. Qunut hanya ada pada shalat subuh. Disunnahkan untuk tidak sedekap.
    * Saat rukuk disunnahkan membaca
      سُبْحَانَ رَبي العَظِيْمِ
    * Saat sujud yang wajib menyentuh/menempel hanyalah dahi, sedangkan dua telapak tangan, dua lutut, ibu jari kaki hanyalah sunnah.
    * Lafaz tahiyyat:
      التَحِيَاتُ لله الزَاكِيَاتُ لله الطَيِبَاتُ لله الصَلَوَاتُ لله, السَلامُ عَلَيْكَ اَيُهَا النَبِي وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه, السَلامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَالِحِيْنَ, اَشْهَدُ اَنْ لا الَهَ اِلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَه, وَاَشْهَدُ اَن مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
    * Lafaz salam:
      السَلامُ عَليْكُمْ وَ رَحْمَة الله

Imam Syafi’i (769-820 M) (Mazhab Syafi’i)

    * Takbiratul ihram boleh Allahu Akbar atau Allahu Al-Akbar.
    * Al-Fatihah wajib pada setiap rakaat. Wajib membaca basmalah karena bagian dari surah. Qunut sunnah setelah rukuk pada shalat Subuh. Sedekap adalah sunnah di bawah dada di atas pusar.
    * Saat rukuk disunnahkan membaca
      سُبْحَانَ رَبي العَظِيْمِ
    * Saat sujud yang wajib menyentuh/menempel hanyalah dahi, sedangkan dua telapak tangan, dua lutut, ibu jari kaki hanyalah sunnah.
    * Lafaz tahiyyat:
      التَحِيَاتُ المُبَارَكَاتُ الصَلَوَاتُ الطَيِبَاتُ لله, السَلامُ عَلَيْكَ اَيُهَا النَبِي وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه, السَلامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَالِحِيْنَ, اَشْهَدُ اَنْ لا الَهَ اِلا الله, وَاَشْهَدُ اَن مُحَمَدًا رَسُوْلَ الله
    * Lafaz salam:
      السَلامُ عَليْكُمْ وَ رَحْمَة الله

Imam Ahmad (780-855 M) (Mazhab Hanbali)

    * Takbiratul ihram wajib dengan Allahu Akbar.
    * Al-Fatihah wajib pada setiap rakaat. Basmalah bagian dari surah, tapi membacanya harus pelan. Qunut hanya ada pada shalat witir. Sedekap adalah sunnah di bawah pusar.
    * Saat rukuk diwajibkan membaca
      سُبْحَانَ رَبي العَظِيْمِ
    * Saat sujud yang wajib menyentuh/menempel adalah dahi, dua telapak tangan, dua lutut, ibu jari kaki ditambah hidung.
    * Lafaz tahiyyat:
      التحيات لله والصلوات والطيبات, السَلامُ عَلَيْكَ اَيُهَا النَبِي وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُه, السَلامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَالِحِيْنَ, اَشْهَدُ اَنْ لا الَهَ اِلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَه, وَاَشْهَدُ اَن مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اللهُم صَلِ عَلَى مُحَمَد
    * Lafaz salam:
      السَلامُ عَليْكُمْ وَ رَحْمَة الله

Imam Ja’far Ash-Shadiq (699-765 M) (Mazhab Syiah Ja’fari)

    * Takbiratul ihram wajib dengan Allahu Akbar.
    * Al-Fatihah wajib pada 2 rakaat pertama, sedangkan rakaat 3 atau 4 boleh diganti dengan tasbih subhanallâh wal hamdulillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar. Basmalah bagian dari surah dan wajib dibaca dengan jahr (nyaring) pada setiap shalat. Qunut adalah sunnah pada setiap shalat. Empat mazhab Ahlus Sunnah menyatakan sunnah membaca âmin, sedangkan Syiah adalah tidak. Tidak bersedekap dalam shalat.
    * Saat rukuk disunnahkan membaca
      سُبْحَانَ رَبي العَظِيْمِ وَبِحَمْدِه

      atau
      سُبْحَانَ الله

      tiga kali ditambah salawat.
    * Saat sujud yang wajib menyentuh/menempel adalah dahi, dua telapak tangan, dua lutut, ibu jari kaki, hidung adalah sunnah.
    * Lafaz tahiyyat/tasyahud:
      بسم الله وبالله والحمد لله وخير الأسماء لله اشهد لا إله إلا الله وحده لا شريك له, وَاَشْهَدُ اَن مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اللهم صل على محمد وآل محمد وتقبل شفعته ورفع درجته
    * Lafaz salam:

السَلامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَالِحِيْنَ, السلام عليكم ورحمة الله وبركاته




Source : http://winkaghozhi.blogspot.com

Ketua Umum PBNU: ISIS Lebih Sadis ketimbang al-Qaeda


Ketua Umum PBNU Agil Siradj





"Bahkan informasi yang saya dapat, mereka pernah memakan daging manusia yang mereka bunuh dengan dibuat sup," katanya saat Launching Sukses Muktamar ke-33 NU di Surabaya, Sabtu (14/3/2015) malam

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj meminta aparat hukum lebih waspada terhadap gerakan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan menyebut bahwa kelompok ini lebih ekstrem dan sadis daripada al-Qaeda.

Kelompok ini biasa membunuh manusia dengan cara sadis seperti memenggal kepala dan membakar hidup-hidup. "Bahkan informasi yang saya dapat, mereka pernah memakan daging manusia yang mereka bunuh dengan dibuat sup," katanya saat Launching Sukses Muktamar ke-33 NU di Surabaya, Sabtu (14/3/2015) malam menukil laporan Kompas.

"Gerakan mereka lebih ekstrem melebihi al-Qaeda," terangnya.

Namun, dia masih optimistis gerakan kelompok Islam radikal masih dapat diredam di Indonesia, selagi masih ada ajaran Ahlussunnah Waljamaah yang dikembangkan warga NU.

"Selama NU masih besar di Indonesia, jangan khawatir," tegasnya.

Menurut dia, NU memiliki ajaran yang sangat toleran dalam beragama, menghargai perbedaan, dan cinta Tanah Air.

Said menegaskan bahwa warga NU siap menghadang ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam Nusantara yang humanis dan menghargai pluralisme.



Source : islamtimes.org

PBB: Kekerasan Bunuh 15.000 Warga Irak sejak 2014

PBB: Kekerasan Bunuh 15.000 Warga Irak sejak 2014


 Menurut Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI) laporan, berjudul "Laporan tentang Perlindungan Penduduk Sipil dalam Konflik Bersenjata di Irak", total 14.947 warga Irak tewas sementara 29.189 lainnya terluka sejak awal 2014 sampai akhir April 2015.


Sebuah laporan baru yang dikeluarkan oleh PBB menunjukkan bahwa terorisme dan konflik bersenjata telah menewaskan hampir 15.000 warga sipil dan melukai puluhan ribu warga di Irak sejak awal tahun 2014.

Menurut Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI) laporan, berjudul "Laporan tentang Perlindungan Penduduk Sipil dalam Konflik Bersenjata di Irak", total 14.947 warga Irak tewas sementara 29.189 lainnya terluka sejak awal 2014 sampai akhir April 2015.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa situasi warga sipil di daerah yang dikuasai oleh ISIS terus memburuk.

"Warga sipil terus dibunuh, ungkapnya, menambahkan mereka yang dianggap menentang ideologi ISIS atau berafiliasi dengan pasukan pemerintah Irak akan diculik, disiksan dan dibunuh.

Laporan UNAMI lebih lanjut mencatat bahwa anggota masyarakat etnis dan agama yang berbeda di daerah yang dikuasai ISIS terus dianiaya, sebanyak 3.500 Izadi Kurdi ditahan oleh ISIS, mereka menderita kekerasan fisik dan seksual setiap hari.

ISIS juga memaksa anak-anak untuk bergabung dengan militan takfiri. Beberapa anak dibawa ke kamp-kamp pelatihan, di mana mereka diajarkan keterampilan tempur, belajar bagaimana menggunakan senapan serbu dan berbagai macam keterampilan militer lainnya, dan mereka juga menadapatkan pelajaran ideologi ekstremis.



Source : http://www.islamtimes.org

Senin, 13 Juli 2015

Adab Fathimiyah

Pertanyaan berikut ditujukan kepada Yang Mulia Ayatullah Shafi Luthfullah Gulpaygani oleh sekelompok orang mukmin:
Seraya mengucapkan takziah dan bela sungkawa atas syahidnya Sayidah Fathimah Zahra, satu-satunya putri Nabi (salam atas mereka berdua) yang menyayat hati, kami ingin menanyakansuatu masalah. Karenakita tidak tahu hari sebenarnya dari kesyahidan beliau, maka pada tanggal manakah kita harus memperingatikesyahidannya? Selain itu, apa adab tepatketika berkabung atas tragedi kesyahidan beliau?


adab-fathimiyah


Ayatullah Gulpaygani:
Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang
Memang ada riwayat yang berbeda-beda tentang kesyahidan Sayidah Fathimah Zahra. Namun ada dua tanggal dianggap paling diterima oleh kalangan ulama yaitu tanggal-tanggal yang dikenal populer sebagai Fathimiyyah Pertama (13 Jumadil Awal) dan Fatimiyyah Kedua (3 Jumadil Akhir). Kiranya lebih baik bagi orang-orang mukmin untuk mengadakan majelis duka dari tanggal 13 Jumadil Awal hingga 3 Jumadil Akhir, serta mengekspresikan cinta mereka kepada Ahlulbait yang suci (salam atas mereka) dan menahan diri dari tindakan yang tidak pantas pada hari-hari berkabung selama periode ini.
Cara terbaik untuk meratapi beliau adalah berbicara tentang kebajikan dan penderitaannya dan untuk menyampaikan contoh-contohetika dan moralnya. Secara khusus, sikap keberanian beliau dalammembela hak-hak Amirul Mukminin asharusdiingatdi setiap saat dan di sepanjang zaman.
Insya Allah, orang-orang mukmin akan mampumengungkapkanpenghormatan mereka kepada Sayidah Fathimah dengan tetap setia pada ajaran-ajaranal-Quran dan Ahlulbait. Secara khusus, kaum mukmininah harus berusaha meniru teladannya dan, pada gilirannya, memberikanperhatian khususdalam kesopanan dan kesucian sendiri.




Sumber: www. islamicinsights.com/religion/clergy-corner/the-etiquette-of-fatimiyya.html