Sudahkah Anda Bershalawat???

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)” HR an-Nasa’i (no. 1297)

Keutamaan Shalawat Kepada Nabi

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)

Ahlul Bait

مَثَلُ أَهْلِ بَيْتِي مَثَلُ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ مَنْ رَكِبَهَا نَجَا وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرِقَ

“Perumpamaan Ahlul baitku seperti kapal nabi Nuh, barangsiapa yang menaikinya maka dia akan selamat dan barangsiapa yang enggan maka dia akan tenggelam (binasa).”

Kamis, 18 Desember 2014

Bukti Kebenaran Al Quran : Sungai di Dasar Laut

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut
"Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat :53)
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Sungai di Dasar Laut Merupakan Bukti Kebenaran Al Quran
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis.
Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yangsangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeaudan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan.
Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam.
Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu.
Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez .
Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”
Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
Sungai di Dasar Laut Merupakan Bukti Kebenaran Al Quran
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut.
Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” artinya : "Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam.
Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20.
Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.
Video Sungai di dasar Laut, dapat anda lihat beberapa sumber di youtube, diantaranya klik :

Sabtu, 13 Desember 2014

Al Quran Berikan Fakta 14 Abad Lalu : Muara Sungai adalah Pembatas Air Tawar dan Air Asin

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS Al-Furqan [25]: 53)
Buku pertama oseanografi selama abad ke-18 berisi informasi yang sangat sederhana.
Ketika kapal Inggris  Challenger berlayar mengarungi di seluruh dunia antara 1872 dan 1876, oseanografi mulai mengambil posisinya di antara ilmu-ilmu modern lainnya. Hal ini diikuti oleh banyak ekpedisi ilmiah yang diluncurkan untuk menjelajahi samudra dan lautan.
Pada akhir abad ke-20, manusia berusaha untuk lebih memahami oseanografi melalui penggunaan satelit dan foto udara.
Setelah mengamati dari dekat banyak titik di mana sungai bergabung dengan lautan, para peneliti menemukan bahwa muara sungai merupakan daerah yang sangat unik dan memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dari laut, bahkan dari sungai itu sendiri.
Kenyataan ini melahirkan satu kesimpulan bahwa air manis dari sungai tidak bercampur dengan air asin laut.
Tampaknya ada semacam penghalang yang memisahkan kedua perairan dan memungkinkan masing-masing untuk mempertahankan kualitas sendiri.
Dengan mengkategorikan tiga bidang (yaitu sungai, laut, dan muara sungai) yang didasarkan pada organisme yang hidup di masing-masing, para peneliti menemukan bahwa hanya makhluk tertentu yang hidup di muara sungai dan tidak dapat hidup di luar itu.
Dengan cara yang sama, makhluk dari daerah-daerah lain tidak bisa hidup di daerah muara sungai karena ciri khasnya sendiri.
Setiap kumpulan air dapat disebut perairan.
Jika airnya manis maka itu diberi nama sungai'; dan jika airnya asin maka itu adalah laut.
Air yang ada di daerah muara sungai tidak disertakan di sini karena ia adalah campuran manis dan air asin.
Oleh karena itu, kita dapat membedakan tiga jenis perairan; air manis di sungai, air asin di laut, dan campuran di daerah muara sungai.
Daerah ini memiliki hambatan dan partisi yang memisahkan antara air sungai dan air laut.
Ia juga dikenal sebagai habitat hewan laut tertentu yang tidak dapat hidup di luar daerah seperti ini.
Sejarah oseanografi menyatakan satu fakta bahwa tidak ada informasi yang akurat tentang samudra dan lautan pada empat belas abad yang lalu.
Namun, Alquran memberikan penjelasan yang akurat dan lengkap tentang daerah-daerah muara sungai dan, menunjukkan karakteristik daerah yang unik ini.
Alquran menjelaskan bahwa dengan gerakan air tiada henti di wilayah seperti ini, daerah muara sungai menciptakan penghalang antara air manis sungai dan air asin laut.
Deskripsi Alquran ini telah diberikan lama sekali sebelum penemuan teknologi modern.

Fakta Fakta Ilmiah Al Quran Terbukti : Fakta tentang dasar lautan yang gelap

Manusia tidak mampu menyelam di laut dengan kedalaman di bawah 40 meter tanpa peralatan khusus.
Dalam sebuah buku berjudulOceans juga dijelaskan, pada kedalaman 200 meter hamper tidak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman  1000 meter  tidak terdapat cahaya sama sekali.
Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi canggih.
Namun Alquran telah menjelaskan keadaan dasar lautan semenjak ribuan tahun lalu sebelum teknologi itu ditemukan.
Alquran surat An Nur ayat 40 menjelaskan mengenai fakta ilmiah ini.
"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS An Nuur: 40).

Fakta Fakta Ilmiah Al Quran Terbukti : Fakta tentang relativitas waktu

Albert Einstein pada awal abad 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu.
Teori ini menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan.
Waktu dapat berubah sesuai dengan keadaannya.
Beberapa ayat dalam Alquran juga telah megisyaratkan adanya relativitas waktu ini, di antaranya dalam Alquran surat Al Hajj ayat 47, surat As Sajdah ayat 5 dan Alquran surat Al Ma’aarij ayat 4.
“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj: 47)
",Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As Sajdah:5)
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS Al Ma’arij:4)
Beberapa ayat Alquran lainnya menjelaskan, manusia terkadang merasakan waktu secara berbeda, waktu yang singkat dapat terasa lama dan begitu juga sebaliknya.

Fakta Fakta Ilmiah Al Quran Terbukti : 6. Fakta tentang sidik jari manusia

Setiap manusia memiliki ciri sidik jari yang unik dan berbeda antara satu orang dengan lainnya.
Keunikan sidik jari baru ditemukan pada abad 19. Sebelum penemuan itu, sidik jari hanya dianggap sebagai lengkungan biasa yang tidak memiliki arti.
Alquran surat Al Qiyaamah ayat 3-4 menjelaskan tentang kekuasaan Allah untuk menyatukan kembali tulang belulang orang yang telah meninggal, bahkan Allah juga mampu menyusun kembali ujung-ujung jarinya dengan sempurna.
QS Al Qiyamah ayat 3-4:“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?”
"Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”

Jumat, 12 Desember 2014

Kesaksian Kyai NU Pasca Konferensi Internasional Anti Takfiri

“Sekarang mari kita pikirkan, saudara kita orang-orang Sunni mazhab Syafi’i, rumahnya dihancurkan salafi wahabi, lalu dibangun kembali oleh Iran, plus bahan makanan, obat-obatan, dijaga tentara orang-orang Syiah. Urang nte apal naon-naon, di Bandung, di Indonesia orang-orang Syiah dikafirkan.”
Tokoh muda NU ini tak hanya dikenal sebagai tokoh yang vokal menyuarakan persatuan umat Islam, melainkan juga telah menulis banyak buku yang memberikan kontribusi pemikiran bagi umat Islam di Tanah Air.
Rabu siang (3/12), seperti biasa Kyai Alawi kembali mengisi kajian rutin yang dijadwalkan setiap Rabu di Masjid Raya Bandung, Jawa Barat.  Dalam kesempatan itu, ia menceritakan perihal kehadirannya dalam Konferensi Internasional dengan tema besar “Bahaya Ekstremisme dan Takfirisme” di Qom, Iran (23/11) yang dihadiri oleh para ulama dunia dari berbagai negara.
“Yang diundang 90 negara, yang tidak hadir 3 negara; Amerika, Inggris, Saudi, pas pisan musuh Islam, cocok,” seloroh Kyai Alawi. Kyai Alawi merupakan satu dari enam perwakilan Indonesia yang menghadiri konferensi itu.Hadir juga di antaranya Prof. Dr. Hamka, Prof. Dr. Zainul Kamal, dan tiga perwakilan lainnya.
Dalam penjelasannya Kyai Alawi menekankan agar kaum muslimin menggunakan akal yang cerdas dan sadar sehingga tak mudah menelan mentah-mentah berbagai informasi yang keliru begitu saja.
Kyai Alawi pun melanjutkannya dengan berbagi cerita yang ia dapat di Iran. Berikut penuturannya kepada ABI Press. “Mungkin kita sering mendengar, masjid Sunni dibom, hancur. Masjid Syiah dibom, hancur. Informasi yang masuk kepada kita bahwa orang Sunni ngebom masjid Syiah, orang Syiah balas dendam ngebom masjid Sunni.Padahal, bukan seperti itu kejadiannya!” tegas Kyai Alawi.
"Di Irak bagian utara ada sebuah kampung namanya Filistin, yang semua penghuninya adalah orang-orang salafi wahabi ekstrem. Dan salah satu tokohnya adalah orang yang dibayar oleh Zionis, dan Amerika. Dan beberapa bulan kemarin ini ditangkap, dan luar biasa cara penangkapannya! Ketika dia menggunakan pesawat Amerika menyeberang melewati perbatasan Iran/Irak, maka oleh Angkatan Udara Iran pesawat didempet di  luhur (atas), tawanan dituker di  luhur, sanes di  handap. Dan sekarang sudah ada di penjaradi Iran.”
"Jadi merekalah yang menghancurkan masjid-masjid Sunni, dan masjid-masjid Syiah. Bahkan yang paling menarik, ulama-ulama Sunni berbicara luar biasa!  Wa bil khusus  ulama-ulama mazhab Syafi’i dari Mesir, mazhab Syafi’i dari Suriah, dan mazhab Syafi’i dari Irak,” tutur Kyai Alawi.
"Mereka ceramah, mereka yang bilang begini, ‘Bahwa jumlah Muslim Sunni yang dibunuh di Suriah, di Irak ataupun di Mesir, jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan Muslim Syiah. Begitu pula setiap rumah dan masjid bagi orang Sunni yang dihancurkan jauh lebih banyak dibandingkan rumah dan masjid Muslim Syiah. Dan setiap rumah, atau masjid yang dihancurkan oleh orang-orang salafi wahabi takfiri di sana, baik yang berada di Palestina, Suriah, dan Irak semuanya dibiayai atau dibantu perbaikannya oleh Iran yang notabenenya Muslim Syiah.”
Masih mengutip pernyataan ulama Sunni, Kyai Alawi pun melanjutkan kisahnya. “Ulama kita nanya, lalu dimana pasukan-pasukan Sunni? Kenapa bahan makanan, obat-obatan, pakaian, semua dikirim oleh Iran berikut dengan semua senjata, peluru, rudal untuk memerangi 2 hal; Israel dan orang-orang salafi wahabi takfiri?”
"Di Irak ada sebuah pasar tradisional, yang semua penjualnya adalah orang-orang Sunni. Dibom, 80 orang meninggal dunia. Kemudian Imam Marja di Irak (Sayyid Ali Sistani) mengatakan, ‘Wahai Muslim Syiah singsingkan lenganmu, angkat senjatamu dan bantu saudara-saudara kita Muslim Sunni yang berada di Irak!’ Hebat, kataku!”
“Di bagian lain di Irak ada sebuah kampung pemukiman (Bani Mutaamil) mereka semua bermazhab Sunni Syafi’i. 500 orang dibunuh salafi wahabi takfiri.  Nte ningali aki aki, nenek-nenek, budak letik nte tingali. Ketika siangnya pemukiman itu diduduki, sore harinya Rahbar (Sayyid Ali Khamenei) memerintahkan kepada pasukan Iran untuk menyusup ke Irak, dan ketika Subuh, matahari mulai terbit, semua orang salafi wahabi takfiri sudah keluar, dan ada sebagian yang diberondong dan mati.”
"Sekarang mari kita pikirkan, saudara kita orang-orang Sunni mazhab Syafi’i, rumahnya dihancurkan salafi wahabi, lalu dibangun kembali oleh Iran, plus bahan makanan, obat-obatan, dijaga tentara orang-orang Syiah.  Urang nte apal naon-naon, di Bandung, di Indonesia orang-orang Syiah dikafirkan.”
“Saya berdialog di Universitas Jamiatul Mustofa di Iran dengan Sayyid Al-Hakim, beliau mengatakan secara langsung, ‘Mengapa mayoritas Muslim Syiah di Indonesia masih bisa melaksanakan ritual ibadahnya dengan baik, tidak diburu-buru, tidak dibunuh, padahal masih sedikit. Mengapa? Karena ada NU di sana.’ Jawabannya begitu.”
“Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia,  wa bil khusus  kepada orang-orang Muslim NU di Indonesia. Karena masih mau bersahabat dengan Muslim Syiah yang sedikit di Indonesia,” lanjut Kyai Alawi menirukan pesan Sayyid Al-Hakim.
“Muslim Sunni di Iran 20  juta jumlahnya. Di Iran kalau Jumatan banyak. Orang banyak bicara sembarangan, memfitnah, mengatakan kalau di Iran tidak ada shalat Jumat. Bahkan, Masjid Sunni di Iran jumlahnya ada 10.033 masjid, saya masih hafal! Dikelola 112 DKM, para kyai,   para ulama-Sunni asli.”
“Iran bagian utara mazhab Sunni Syafi’i. Iran bagian barat, Sunni mazhab Hanafi. Dimana di Iran nggak bisa Jumatan? Saya saja Jumatan. Ada sekitar 470 ulama Jumatan bersama tamu-tamu lain dari luar juga menjadi jamaah shalat Jumat. Suatu ketika shalat bareng, Sunni-Syiah. Ulama Sunni dan Syiah saling memberikan kesempatan kepada yang lainnya untuk menjadi Imam. Ini persatuan yang indah!” kenang Kyai Alawi.
Bagaimana dengan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) di Indonesia? Sudah dua kali aliansi ini dideklarasikan.
Pertama di Bandung, kedua di Garut Jawa Barat. Mereka mengatasnamakan sebagai Ahlussunnah wal Jamaah atau Sunni dalam mendeklarasikan dirinya. Lalu bagaimana Kyai Alawi menanggapi hal ini? "Yang mengijinkan sudah pasti aparat. Kalau Kapolres Garutnya saya, sudah pasti tidak saya  ijinkan,” tegas Kyai Alawi.
Lebih lanjut Kyai Alawi menegaskan, tidak ada NU yang begitu, atau menjadi bagian dari ANNAS. 
“Kalau ada yang begitu, itu NU yang tidak tahu dan tidak paham. Mungkin juga karena ada udang di balik batu, atau ada uang dibagi dalam amplop, ya wallahu a’lam,” tukas Kyai Alawi.
Menindaklanjuti aktivitas ANNAS, Kyai Alawi akan menjadwalkan pertemuan dengan para Kyai Sepuh, dan sejumlah tokoh masyarakat di Garut.
"Jangan sampai acara-acara seperti itu terulang kembali,” harap Kyai Alawi.
"Aliansi Nasional Anti Syiah ini sudah masuk kemarin dibahas di Iran. Dan ini menurut mereka sudah termasuk dalam organisasi yang dibayar oleh antek-antek Zionis Yahudi.  Abdi yakin 100%.  Mereka ini akan menggandeng orang-orang Sunni wa bil khusus  orang-orang NU untuk menguatkan kedudukan mereka,” pungkas Kyai Alawi.
Sementara, menyikapi soal Muslim Syiah sendiri, Kyai Alawi memiliki dua sudut pandang. Pertama Syiah yang terpimpin, dan kedua, Syiah yang tidak terpimpin atau terlepas dari Marja.
Syiah yang tidak terpimpin ini yang menurutnya patut diwaspadai karena mereka seringkali menghina simbol-simbol Ahlussunnah, mengkafirkan sahabat dan istri Nabi. Sedangkan Syiah terpimpin menurutnya tidak masalah, terlebih ulama Syiah kategori Syiah terpimpin telah mengeluarkan fatwa haram menghina simbol-simbol yang diagungkan oleh Ahlussunnah wal Jamaah. 
Terkait Syiah yang tidak terpimpin ini, Kyai Alawi menanggapinya dengan serius, bahkan tengah menggarap buku khusus menyangkut Syiah yang tidak terpimpin ini karena dianggap dapat memicu perpecahan umat Islam, terutama antara Muslim Syiah dan Muslim Sunni. (ABI)

Fakta Fakta Ilmiah Al Quran Terbukti : 5. Fakta tentang jenis kelamin bayi

Hasil penemuan ilmu genetika abad 20 menjelaskan bahwa jenis kelamin seorang bayi ditentukan oleh air mani dari pria.
Dalam air mani pria terdapat kromosom x yang berisi sifat-sifat kewanitaan dan kromosom y berisi sifat kelaki-lakian.
Sedangkan dalam sel telur wanita hanya mengandung kromosom x yang mengandung sifat-sifat kewanitaan. Jenis kelamin seorang bayi tergantung pada sperma yang membuahi, apakah mengandung kromosom x atau y.
Alquran telah menjelaskan fakta itu dalam surat An Najm ayat 45-46, “Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.”
Sebelum penemuan itu diperoleh, masyarakat menganggap bahwa penentu jenis kelamin berasal dari wanita.